Shackle adalah lifting accessory berbentuk U atau O yang digunakan sebagai penghubung antara sling, hook, dan beban dalam sistem pengangkatan. Shackle berfungsi sebagai titik sambung yang menyalurkan beban tarik dan geser secara aman sesuai Working Load Limit (WLL) yang ditentukan pabrikan.
Dalam operasi lifting dan rigging, shackle termasuk komponen paling vital. Kesalahan dalam memilih atau menggunakan shackle dapat menyebabkan kegagalan rigging, jatuhnya beban, serta kecelakaan kerja serius.
Mengapa Shackle itu Penting?
Shackle merupakan bagian dari lifting gears yang digunakan untuk menyambungkan dua atau lebih komponen rigging, seperti sling dengan lifting point, sling dengan hook, atau lifting beam dengan beban.
Shackle umumnya diproduksi dari forged alloy steel berkekuatan tinggi dan dirancang untuk menahan:
- Beban tarik
- Beban geser
- Gaya dinamis selama proses lifting
Setiap shackle wajib memiliki penandaan WLL, ukuran, dan identitas produk sebagai jaminan keselamatan dan traceability.
Fungsi Shackle dalam Sistem Pengangkatan
1. Menghubungkan Sling dengan Beban atau Lifting Point
Shackle menyediakan koneksi mekanis yang kuat dan stabil antara sling dan titik angkat pada beban atau struktur.
Contoh aplikasi:
Menghubungkan wire rope sling ke pad eye pada struktur baja.
2. Menjaga Fleksibilitas Konfigurasi Rigging
Dengan berbagai ukuran dan bentuk, shackle memungkinkan konfigurasi rigging disesuaikan dengan bentuk beban dan metode pengangkatan.
Contoh aplikasi:
Penggunaan beberapa shackle untuk konfigurasi multi-leg sling.
3. Menyalurkan Beban Secara Aman dan Terkendali
Shackle membantu memastikan beban tersalurkan secara merata tanpa konsentrasi tegangan berlebih pada sling atau hook.
Contoh aplikasi:
Pengangkatan peralatan berat menggunakan lifting beam dan beberapa titik angkat.
Jenis-Jenis Shackle Berdasarkan Desain
1. Bow Shackle
Bow shackle memiliki bentuk melengkung (bow) yang memberikan ruang lebih besar untuk sling dan memungkinkan distribusi beban lebih fleksibel.
Direkomendasikan untuk:
- Multi-leg sling
- Beban dengan sudut sling besar
- Aplikasi yang memerlukan fleksibilitas gerak
2. D Shackle
D shackle memiliki bentuk lurus dan lebih sempit, dirancang untuk beban tarik lurus satu arah.
Direkomendasikan untuk:
- Single sling
- Beban statis
- Aplikasi dengan arah gaya lurus
3. Screw Pin Shackle
Shackle dengan pin ulir yang mudah dilepas dan dipasang tanpa alat khusus.
Direkomendasikan untuk:
- Aplikasi sementara
- Rigging yang sering dibongkar pasang
4. Bolt Type Shackle
Shackle dengan sistem bolt, nut, dan cotter pin yang memberikan penguncian lebih aman.
Direkomendasikan untuk:
- Pengangkatan jangka panjang
- Aplikasi dinamis
- Lingkungan dengan getaran tinggi
Spesifikasi Teknis Shackle yang Perlu Diperhatikan
1. Working Load Limit (WLL)
WLL menunjukkan kapasitas maksimum beban kerja yang aman. Shackle tidak boleh digunakan melebihi WLL, termasuk akibat sudut sling atau side loading.
2. Material dan Proses Produksi
Shackle berkualitas dibuat dari forged alloy steel dan melalui proses heat treatment untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan terhadap kelelahan material.
3. Faktor Keselamatan
Sebagian besar shackle memiliki safety factor minimum 5:1 atau 6:1, tergantung standar yang digunakan.
Panduan Pemilihan Shackle yang Tepat
1. Sesuaikan dengan Beban dan Metode Lifting
Pemilihan shackle harus mempertimbangkan berat beban, arah gaya, dan konfigurasi rigging.
2. Perhatikan Sudut Sling dan Side Loading
Sudut sling yang besar dan side loading dapat menurunkan kapasitas shackle secara signifikan.
3. Pilih Tipe Pin yang Sesuai Aplikasi
Gunakan screw pin untuk aplikasi sementara dan bolt type shackle untuk aplikasi permanen atau dinamis.
4. Pertimbangkan Lingkungan Kerja
Lingkungan korosif atau outdoor memerlukan shackle dengan pelapisan atau material khusus.
5. Pastikan Sertifikasi dan Identitas Produk
Shackle harus memiliki marking WLL, ukuran, dan sertifikat standar yang jelas.
Panduan Penggunaan Shackle yang Aman
1. Pastikan Pin Terpasang dan Terkunci
Pin harus terpasang penuh dan tidak longgar sebelum pengangkatan.
2. Hindari Side Loading dan Point Loading
Beban harus berada di tengah body shackle untuk menghindari deformasi.
3. Gunakan Shackle Sesuai Desain
Jangan mengganti pin dengan baut biasa atau memodifikasi shackle.
4. Lakukan Inspeksi Sebelum Digunakan
Periksa retakan, deformasi, keausan ulir, dan korosi.
Standar dan Regulasi Shackle
Penggunaan shackle mengacu pada:
- ASME B30.26
- ISO 7593
- EN 13889
- OSHA 1910 & 1926
- Regulasi K3 Pesawat Angkat dan Angkut
Shackle yang Tepat Menjamin Keselamatan dan Keandalan Operasi Lifting
Shackle bukan hanya penghubung, tetapi komponen penentu keandalan sistem pengangkatan. Pemilihan shackle yang sesuai spesifikasi, penggunaan yang benar, dan produk yang bersertifikasi akan memberikan pengangkatan yang lebih aman, stabil, dan efisien.
Bagi perusahaan yang menjalankan operasi lifting secara rutin, menggunakan shackle berkualitas adalah langkah strategis untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kontinuitas operasional.









